Makalah Akuntansi Untuk Persekutuan Dari Organisasi Bisnis                                     & Akuntansi Untuk Perseroan Terbatas.

MAKALAH

“ PENGANTAR AKUNTANSI 2”

LOGO-UNIVERSITAS-GUNADARMA-LAMPUNG-BANDAR-GAMBAR-FOTO-JPG-1

Disusun Oleh :

Lasta Maria Simarmata

Kartika Dinanti Ardi

Eris Krisniawati

Hairunnisa Febrianti

Satria Aji

 

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

ATA 2018/2019

 

 

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Makalah          : Menjelaskan akuntansi untuk persekutuan dari organisasi bisnis

                                       dan  akuntansi untuk perseroan terbatas.

Nama / NPM               : Lasta Maria Simarmata (13217276)

Hairunnisa Febrianty (12217630)

Eris Krisniawati (11217970)

Kartika Dinanti Ardi (13217145)

Satria Adji Pangestu (15217537)

Kelas                           : 1EA25

Menyetujui,

Dosen Mata Kuliah

 

Immi Fiska Tarigan

 

 

KATA PENGANTAR

        Segala puji hanya bagi Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa melimpahkan segala nikmat dan karunia-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan penulisan ilmiah yang berjudul Menjelaskan akuntansi untuk persekutuan dari organisasi bisnis dan  akuntansi untuk perseroan terbatas”. Makalah ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Pengantar Akuntansi 2 di Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.Dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini, kami banyak mendapatkan bantuan dan sumbangan pikiran, serta saran dari banyak pihak secara langsung maupun tidak langsung.

       Dengan selesainya Makalah ini, penulis berharap semoga makalah ini memberikan banyak manfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya.Kami menyadari, masih banyak kekurangan pada Makalahini. Oleh karena itu, segala saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan untuk perbaikan dan kemajuan di masa yang akan datang.

 

Bekasi, Maret 2018

Penulis

 

Kelompok 2

 

DAFTAR ISI

Halaman Judul………………………………………………………………………………………… 0

Lembar Pengesahan…………………………………………………………………………………1

Kata Pengantar……………………………………………………………………………………….. 2

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………….. ……3

BAB I….. PENDAHULUAN ………………………………………………………………………  5

                 1.1    Latar Belakang Masalah ………………………………………………… 5

1.2.       Rumusan dan Batasan Masalah…………………………………………………. 6

1.3.       Tujuan Penelitian………………………………………………………………………… 8

1.4.       Manfaat Penelitian……………………………………………………………………… 9

BAB II    LANDASANTEORI

2.1 Kerangka Teori Akuntansi dan Persekutuan……………………………….. 11

2.2 Kerangka Teori Persekutuan Akuntansi…………………………………………13

2.3 Kerangka Perseroan Terbatas………………………………………………………… 14

BAB III   PEMBAHASAN

3.1 Data Objek Penelitian…………………………………………………………………….. 20

3.2 Analisis Pembahasan Akuntansi Persekutuan……………………………… 20

3.3 Analisis Perseroan Terbatas…………………………………………………………… 20

BAB IV   PENUTUP

Kesimpulan………………………………………………………………………………………….. 36

Saran…………………………………………………………………………………………………….. 37

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………….. 39

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang

        Berbagai masalah akuntansi timbul didalam perusahaan yang dibentuk persekutuan. Perlakuan dan presedur akuntasi yang spesifik dan tidak bisa dijumpai pada perusahaan yang dibentuk perseroan terbatas, merupakan problema tersendiri sesuai dengan karakteristik persekutuan di dalam perseroan terbatas dimana terdapat pemisahaan yang tegas antara pemilik dengan menejemen, dipakai sebagai dasar landasan untuk meletakkan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim.Didalam persekutuan pemisahan antara pemilik dengan manajemen demikian itu hampir tidak ada, namun demikian penyelanggaran akutansinya harus berpedoman pada ketentuan-ketentuan yang diatur oleh prinsip-prinsip akuntansi yang lazim.

        Dari segi akuntansinya persekutuan sebagai unit usaha harus dianggap mempunyai kedududkan terpisah dengan pemilik-pemiliknya.

         Persekutuan (Partnership) adalah suatu penggabungan diantara dua orang (badan) atau lebih untuk memiliki bersama-sama dan menjalankan suatu perusahaan guna mendapatkan keuntungan atau laba.Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividenyang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas.

            Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya. Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze Vennootschaap (NV), adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.
Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar.Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri.Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan.Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki.Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham.Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas.

1.2. Rumusan dan Batasan Masalah

      Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah antara lain :

  1. Apakah bentuk organisasi persekutuan ?
  2. Apa pengertian dasar akuntansi persekutuan ?
  3. Apa pengertian likuidasi persekutuan ?
  4. Apakah kakteristik dan bentuk organisasi dengan karakteristik persekutuan ?
  5. Apakah kelebihan dan kekurangan persekutuan ?
  6. Apa pengertian perjanjian atau akta pendirian persekutuan ?
  7. Apa pengertian pendirian, pembagian laba/rugi dan laporan keuangan persekutuan ?
  8. Apa pengertian pembubaran persekutuan ?
  9. Apakah bentuk organisasi perseroan terbatas ?
  10. Apakah akuntansi untuk penerbitan saham ?
  11. Apa pengertian akuntansi untuk saham treasuri ?
  12. Apa pengertian saham preferen ?
  13. Apakah penyajian dan analisis laporan ?
  14. Apakah karakteristik, pembentukan, hak pemegang saham, pertimbangan dalam penerbitan saham dan modal perusahaan ?
  15. Apakah penerbitan saham dengan nilai nominal dan tanpa nilai nominal, serta penerbitan saham atas jasa atau aset nominal ?
  16. Apakah pembelian dan pelepasan saham treasuri ?
  17. Apa pengertian reverensi deviden dan preverensi likuidasi atas saham preferen?
  18. Apakah penyajian dan analisis nilai buku per saham ?

1.3. Tujuan Penelitian

  1. Memahami dan mengetahui bentuk organisasi persekutuan !
  2. Memahami dan mengetahui dasar akuntansi persekutuan !
  3. Memahami dan mengetahui likuidasi persekutuan !
  4. Memahami dan mengetahui kakteristik dan bentuk organisasi dengan karakteristik persekutuan !
  5. Memahami dan mengetahui kelebihan dan kekurangan persekutuan !
  6. Memahami dan mengetahui perjanjian atau akta pendirian persekutuan !
  7. Memahami dan mengetahui pendirian, pembagian laba/rugi dan laporan keuangan persekutuan !
  8. Memahami dan mengetahui pembubaran persekutuan !
  9. Memahami dan mengetahui bentuk organisasi perseroan terbatas !
  10. Memahami dan mengetahui akuntansi untuk penerbitan saham !
  11. Memahami dan mengetahui pengertian akuntansi untuk saham treasuri !
  12. Memahami dan mengetahui pengertian saham preferen !
  13. Memahami dan mengetahui penyajian dan analisis laporan !
  14. Memahami dan mengetahui karakteristik, pembentukan, hak pemegang saham, pertimbangan dalam penerbitan saham dan modal perusahaan !
  15. Memahami dan mengetahui penerbitan saham dengan nilai nominal dan tanpa nilai nominal, serta penerbitan saham atas jasa atau aset nominal !
  16. Memahami dan mengetahui pembelian dan pelepasan saham treasuri !
  17. Memahami dan mengetahui reverensi deviden dan preverensi likuidasi atas saham preferen!
  18. Memahami dan mengetahui penyajian dan analisis nilai buku per saham !

1.4. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diambil dari makalah ini adalah :

 Manfaat akademis

  1. Sebagai referensi dan hasil dari makalah dapat digunakan untuk menambah pengetahuan tentang tujuan persekutuan akuntansi serta fungsi dan tugasnya didalam akuntansi yang memiliki kebijakan-kebijakan sehingga sangat menarik untuk dijadikan sebagai bahan diskusi di dalam perkuliahan.
  2. Agar peneliti pada khususnya dan lingkungan akademis pada umumnya dapat memperoleh pemahaman mengenai kedudukan perseroan terbatas dengan pemerintah maupun masyarakat dengan adanya informasi perseroan terbatas peranannya secara lebih efektif dan efisien.

1.5. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini data yang digunakan hanyalah data sekunder yang diambil dari Bank Indonesia dan beberapa media website yang dipublikasikan oleh Wikipedia, Blogspot, WordPress, dll.

 

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1. Kerangka Teori Akuntansi dan Persekutuan

2.1.1.Teori Akuntansi dan Perusahaan Menurut Para Ahli :

  1. ABP Statement No. 4 dalam Smith Skousen (1995 : 3)

Mendefinisikan Akuntansi merupakan suatu aktivitas jasa yang fadalah untuk menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam  memberikan keputusan pilihan-pilihan yang logis diantara berbagai tindakan alternatif.

  1. American  Insitute of Certified Public Accounting (AICPA) 

Menyatakan bahwa akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan beberapa cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya. dan meringkas dengan cara tertentu dalam ukuran fiskal, pertukaran dan kesempatan yang pada umumnya yang bersifat moneter dan dalam menguraikan hasil.

  1. Suparwoto L (1990 : 2) 

Menyatakan bahwa akuntansi sebagai suatu system atau tehnik untuk mengukur dan mengelola transaksi keuangan dan memberikan hasil pengelolaan tersebut dalam bentuk informasi kepada pihak-pihak intern dan ekstern perusahaan.Pihak ekstern ini terdiri dari investor, kreditur pemerintah, serikat buruh dan lain-lain.

  1. UU No.8 Tahun 1997, Pasal 1 (1)

Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus-menerus dengan memperoleh keuntungan dan atau laba bersih, baik yang diselenggarakan oleh orang perorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum, yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah negara RI

  1. Murti Sumarni (1997)

Perusahaan adalah sebuah unit kegiatan produksi yang mengolah sumber daya ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat.

  1. Much Nurachmad

Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutun, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yang mempekrjakan pekerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.

2.1 Kerangka Teori Persekutuan Akuntansi

2.2.1 Bentuk Organisasi Persekutuan

  1. Karakteristik Persekutuan

            Persekutuan sebagai suatu persetujuan Perjanjian antara dua orang / lebih untuk mengikatkan diri untuk menyelenggarakan usaha secara bersama.Persekutuan cuku mudah untuk didirikan.

Karakteristik dasar dari bentuk persekutuan yaitu :

  1. Kumpulan individu 
  2. Keagenan Bersama
  3. Umur yang terbatas
  4. Kewajiban yang tidak terbatas
  5. Kepemilikan Bersama atas Aset Persekutuan
  1. Bentuk-bentuk Organisasi dengan Karateristik Persekutuan

            Negara akhirnya menciptakan bentuk organisasi bisnis khusus yang memiliki karateristik seperti persekutuan.Bentuk khusus tersebut antara lain :

  1. Persekutuan Terbatas
  2. Persekutuan  dengan Tanggung Jawab Terbatas
  3. Perusahaan dengan Tanggung Jawab Terbatas
  4. PT “S”
  5. Kelebihan dan Kekurangan Persekutuan

Kelebihan :

  • Bebas dari peraturan dan batasan pemerintah
  • Mudah dalam pengambilan keputusan

Kekurangan :

  • Keagenan bersama
  • Umur yang terbatas
  • Kewajiban tidak terbatas

2.2.2. Dasar Akuntansi Persekutuan

  1. Pendirian Sebuah Persekutuan

Investasi awal sekutu dalam persekutuan dicatat dalam buku persekutuan.Investasi ini harus dicatat pada nilai pasar wajar dari asset pada saat asset tersebut dimasukkan ke dalam persekutuan.Nilai yang diberikan harus disepakati oleh seluruh sekutu.

  1. Pembagian Laba Bersih Atau Rugi Bersih

 Laba bersih atau rugi bersih persekutuan dibagi sama besar kecuali dinyatakan lain dalam perjanjian persekutuan. Dasar pembagian yang sama biasanya dipakai untuk pembagian laba bersih maupun laba rugi bersih.

  • Jurnal Penutup
  • Rasio Laba

Perjanjian persekutuan seharusnya menyatakan secara spesifik dasar pembagian laba bersih atau rugi bersih. Berikut ini adalah beberapa jenis rasio laba :

  • Rasio tetap, dinyatakan dalam bentuk perbandingan, presentase atau pecahan.
  • Rasio didasarkan pada saldo modal awal tahun atau pada saldo modal rata rata selama periode berjalan.
  • Gaji sekutu dan sisanya dibagi berdasarkan rasio tetap.
  • Bunga pada saldo modal sekutu dan sisanya dibagi berdasarkan rasio tetap
  • Gaji sekutu, bunga pada modal sekutu, dan sisanya dibagi berdasarkan rasio tetap.
  1. Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Persekutuan

Laporan laba rugi persekutuan juga sama dengan laporan laba rugi untuk perusahaan perseorangan kecuali adanya pembagian laba bersih

2.2.3. Likuidasi Persekutuan

Likuidasi persekutuan adalah suatu proses yang meliputi merubah aktiva nonkas menjadi kas:

  1. Tidak Kekurangan Modal

Tahap-tahap dalam proses likuidasi adalah sebagai berikut:

Kas

Akumulasi deprisiasi peralatan

Piutang

Persediaan

Peralatan

Keuntunganrealisasi

(Mencatat Realisasi Aset Non Kas)

75.000

8.000

 

 

15.000

18.000

35.000

35.000

  1. Asset nonkas (piutang, persediaan, dan peralatan) dijual seharga $75.000.nilai buku aset tersebut adalah $60.000($15.000 + $18.000 + $35.000 – $8.000). oleh karena itu, terdapat keuntungan atas realisasi penjualan sebesar $15.000. jurnalnya adalah:
          Keuntungan atas Realisasi

Modal, R Arnet ($15.000×3/6)

Modal, P Carey ($15.000×2/6)

Modal, W Eaton ($15.000×1/6)

(mengalokasikan keuntungan keakun modal sekutu)

 15.000  

7.500

5.000

2,500

2. Keuntungan atas realisasi  sebesar $15.000 dialokasikan kepada para sekutu berdasarkan rasio laba, dimana masing-masing  3:2:1. Jurnalnya adalah:

3.Kewajiban persekutuan mencakup Wesel Bayar $15.000 dan Utang Usaha $16.000. kreditor dibayar penuh sebesar $31.000. jurnalnya adalah:

         Wesel Bayar

Utang Usaha

Kas

(mencatat pembayaran kewajiban persekutuan)

15.000

16.000

 

 

31.000

3. Sisa kas didistribusikan ke para sekutu berdasarkan saldo modal mereka setelah seluruh jurnal pada tiga langkah sebelumnya diposting, semua akun persekutuan, termasuk Keuntungan atas Realisasi, akan memiliki saldo nol .

B.Kekurangan Modal

Kekurangan (defisit) modal bisa disebabkan oleh terjadinya kerugian bersih, prive yang terlalu besar, atau kerugian dari proses realisasi selama likuidasi.

2.2 Kerangka Perseroan Terbatas

Bentuk Organisasi Perseroan Terbatas

  1. PT Terbuka

PT terbuka adalah PT yang keanggotaannya bersifat umum sehingga pemegang sahamnya dapat untuk umum.Jenis saham pada PT ini dapat diperjualbelikan karena jenis sahamnya pembawa. Saham pembawa adalah saham yang tidak tercantum nama pemegangnya.

  1. PT Tertutup

PT tertutup adalah PT yang anggota-anggotanya terbatas pada orang-orang atau kelompok tertentu yang sudah bisa diterima berdasarkan anggaran rumah tangga PT.

  1. PT Perseorangan

PT perseorangan adalah PT yang pemiliknya hanya seorang dan sahamnya hanya dimiliki seorang.Pemegang saham mempunyai kekuasaan penuh atas perusahaan yang dijalankan.

  1. PT. Kosong

PT kosong adalah PT yang sudah tidak mempunyai anggota atau pemegang saham karena kekayaan PT telah habis dan tinggal akta pendiriannya saja.

 Akuntansi Untuk Penerbitan Saham

Perseroan terbatas dapat menerbitkan saham biasa secra langsung kepada investor.Atau dapat pula menerbitkan saham secara tidak langsung melalui sebuah perusahaan perbankan investasi yang secra khusus menawarkan sekuritas untuk menarik perhatian investor.Penawaran langsung biasanya dilakukan oleh perusahaan tertutup.Penawaran tidak langsung biasanya dilakukan oleh perusahaan terbuka.

Akuntansi untuk saham treasuri

Saham  treasury adalah saham perusahaan yang dibeli kembali dari peredaran untuk sementara waktu dengan maksud untuk dijual kembali. Pencatatan saham treasury umumnya menggunakan metode cost dalam metode cost, transaksi saham treasury terdiri dari dua tahap. Tahap pertama perolehan saham treasury dan tahap kedua penjualan kembali saham treasury. Pada saat perolehan, akun saham treasury didebit sebesar harga perolehan dan pada saat penjualan kembali dikredit dengan jumlah yang sama. Apabila saham treasury diperoleh pada waktu dan harga yang berbeda-beda, untuk menemukan harga perolehan saham treasury yang dijual kembali dapat menggunakan metode indentifikasi khusu,FIFO, rata-rata dan  lain-lain. Dalam metode cost hargajual penerbitan saham mula-mula tidak mempengaruhi pencatatan dan peerbitan kembali saham treasury.

Saham Preferen

Saham preferen adalah saham dengan kelas khusus yang memiliki beberapa preferensi atau kelebihan fitur yang tidak dimiliki oleh saham biasa. Karekteristik saham preferen adalah   :

  1. Preferensi atas dividen
  2. Preferensi atas aktiva pada saat likuidasi
  3. Dapat dikonversi menjadi saham biasa
  4. Dapat ditebus pada opsi perseroan
  5. Tidak mempunyai hak suara.

Saham preferen biasanya diterbikan dengan suatu nilai pari , dan preferensi dividen dinyatakan dsebagai suatu presentase dari nilai pari. Jadi pemegang saham preferen  * % dengan nilai pari $100 memberikan hak dividen tahunan $8 per saham. Saham ini biasanya disebut saham preferen 8%. Dalam kasus saham preferen tanpa nilai pari, preferensi dividen dinyatakan sebagai jumlah dolar spesifik per saham, misalnya $7 per saham. Saham ini umumnya disebut sebagai saham preferen $7.

Preferensi untuk dividen tidak memastikan bahwa dividen akan dibayar, hal itu hanya merupakan jaminan bahwa tingkat dividen yang ditetapkan atau jumlah yang dapat ditetapkan pada saham preferen harus dibayar sebelum ada dividen yang dibayar untuk saham biasa.

Perusahaan seringkali menerbitkan saham preferen untuk menghindari tingginya hutang terhadap ekuitas. Dalam kasus lain perusahaan menerbitkan saham preferen melalui private placement dengan perusahaan lain pada tingkat dividen dibawah rata-rata pasar karena perusahaan itu akan  menerima dividen yang hampir bebas pajak.

Penyajian dan Analisis Laporan

Tiga kategori berikut biasanya muncul pada kelompok ekuitas pemegang saham :

  1. Modal saham
  2. Tambahan modal disetor (modal yang melebihi nilai pari atau nilai ditetapkan)
  3. Laba ditahan

Dua kategori pertama, yaitu modal saham dan tambhan modal disetor merupakan modal kontribusi, sementara laba ditahan merupakan modal yang diperoleh perusahaan

Laporan ekuitas pemegang saham biasanya disajikan dalam format sebagai berikut :

  1. Saldo pada awal periode
  2. Penambahan
  3. Pengurangan
  4. Saldo pada akhir periode

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Data Objek Penelitian

Dalam materi ini ditekankan pada perhitungan laporan keuangan jangka panjang.Hal ini dimaksudkan untuk menguasai perhitungan laporan keuangan jangka panjang berpengaruh terhadap keuangan perseroan terbatas.Referensi materi ini diambil dari media internet dan buku.Pada materi ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif yang sesuai dengan isi materi tersebut.Kemudian perlu dikaji kembali untuk mengetahui data itu benar adanya.

3.2. Analisis Pembahasan Akuntansi Persekutuan

3.2.1. Karakteristik dan bentuk organisasi dengan

Karakteristik Persekutuan

  • Persekutuan jasa-jasa(non trading partnership), tujuan untuk memberikan jasa-jasa     karena      keahliannya.
  • Persekutuan umum(general partnership), adalah suatu bentuk persekutuan dimana semua anggota dapat bertindak atas nama perusahaan dan kepadanya dapat diminta pertanggung jawaban terhadap kewajiban-kewajiban persekutuan. Masing-masing anggota disebut sekutu umum.
  • Persekutuan terbatas(limited partnership) adalah suatu persekutuan dimana aktivitas anggota tertentu dibatasi dan sebaliknya tanggung –jawab masing-masing anggota ini dibatasi sampai jumlah tertentu, yang mungkin sejumlah investasi yang telah diberikannya. Anggota tersebut disebut sekutu terbatas.
  • Joint stock companiesadalah bentuk persekutuan di mana struktur modalnya berupa saham-saham yang dapat dipindah tangankan. Perpindahan hak atas saham-saham tersebut tidak boleh mengganggu kontinuitas usaha persekutuan. Tanggung jawab setiap anggota joint stock companies tidak terbatas seperti halnya pada persekutuan umum.

3.2.2 Kelebihan dan kekurangan persekutuan.

  • Kelebihan
    Menggabungkan keahlian dan sumber daya dari dua atau lebih individu.
    Contoh: kantor akuntan public berskala besar seperti Ernst & Young harus memiliki keahlian dibidang audit, perpajakan, dan konsultasi manajemen.
  • Bebas dari peraturan dan batasan pemerintah
  • Mudah dalam pengambilan keputusan

3.2.3 Perjanjian atau akta pendirian persekutuan

Perjanjian Persekutuan (partnership agreement) atau akta pendirian persekutuan (articles of co-partnership). Perjanjian persekutuan ini berisikan berbagai informasi dasar seperti nama dan lokasi utama perusahaan, tujuan usaha, dan tanggal pendirian. Selain itu, hubungan antara sekutu harus dituangkan dengan spesifik, seperti :

1) Nama dan setoran modal masing-masing sekutu.

2) Hak dan kewajiban masing-masing sekutu.

3) Dasar pembagian laba atau rugi.

4) Ketentuan untuk penarikan kembali aset

5) Prosedur pengajuan perseilisihan ke pengadilan.

6) Prosedur pengunduran diri sekutu lama atau masuknya sekutu baru.

7) Hak dan kewajiban sekutu yang bertahan pada saat ada sekutu yang
meninggal.

3.2.4 Pendirian, pembagian laba/rugi dan Laporan

Keuangan Persekutuan.

  1. Pendirian Sebuah Persekutuan

Investasi awal sekutu dalam persekutuan dicatat dalam buku persekutuan.Investasi ini harus dicatat pada nilai pasar wajar dari asset pada saat asset tersebut dimasukkan ke dalam persekutuan.Nilai yang diberikan harus disepakati oleh seluruh sekutu.

  1. Pembagian Laba Bersih Atau Rugi Bersih

             Laba bersih atau rugi bersih persekutuan dibagi sama besar kecuali dinyatakan lain dalam perjanjian persekutuan. Dasar pembagian yang sama biasanya dipakai untuk pembagian laba bersih maupun laba rugi bersih.

o   Jurnal Penutup 

o   Rasio Laba

Perjanjian persekutuan seharusnya menyatakan secara spesifik dasar pembagian laba bersih atau rugi bersih. Berikut ini adalah beberapa jenis rasio laba:

  1. Rasio tetap, dinyatakan dalam bentuk

perbandingan, presentase atau pecahan.

  1. Rasio didasarkan pada saldo modal awal tahun atau

pada saldo modal rata rata selama periode berjalan.

  1. Gaji sekutu dan sisanya dibagi berdasarkan rasio tetap.
  2. Bunga pada saldo modal sekutu dan sisanya dibagi

berdasarkan rasio tetap

  1. Gaji sekutu, bunga pada modal sekutu, dan sisanya

dibagi berdasarkan rasio tetap.

  1. Gaji, Bunga, Dan Sisa Laba Berdasarkan Rasio Tetap
  1. Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Persekutuan

Laporan laba rugi persekutuan juga sama dengan laporan laba rugi untuk perusahaan perseorangan kecuali adanya pembagian laba bersih.

 3.2.5 Pembubaran persekutuan

Suatu persekutuan dinyatakan dibubarkan apabila perjanjian bersama yang semula diadakan untuk menjalankan usaha bersama-sama telah berakhir.Misalnya kematian seorang anggota berakibat dengan sendirinya perjanjian kerjasama berakhir dan dengan demikiann persekutuan dinyatakan dibubarkan.

Dengan pembubaran persekutuan,kekuasaan yang didapatkan dari para anggota untuk menjalankan perusahaan sebagai usaha yang berjalan terus telah berakhir.Dengan kematian seorang anggota,anggota-anggota lain yang masih hidup dapat bertindak atas nama persekutuan untuk melanjutkan transaksi yang sudah dimulai dan menyelesaikan sama sekali transaksi perdagangan lainnya.

Usaha perusahaan tetap dapat berjalan,karena pengunduran diri seorang anggota tanpa adanya gangguan terhadap masuknya anggota baru sebagai pengganti.Namun demikian persekutuan semula harus dianggap berahkir dan usaha perusahaan berada dibawah pengelolaan persekutuan yang baru.

Persoalan akuntansi dalam pembubaran persekutuan:

  1. Masalah masuknya seorang atau lebih anggta baru
  2. Pengunduran diri seorang anggota
  3. Ketian sorang anggota atau lebih
  4. Penyatuan dan atau perubahan bentuk badan usaha
  • Masuknya seorang atau lebih anggota baru

Apabila seorang atau lebih anggota baru dierbolehkan masuk kedalam persekutuan,berarti satu persekutuan yang baru telah dibentuk.Apabila tidak ada persetujuan yang baru,maka ketentuan tentang undang-undang  tentang persekutuan akan dilaksanakan,dimana pembagian keuntungan diantara para anggota adalah sama.Masuknya anggota baru didalam persekutuan dalam keadaan bagaimanapun juga harus mendapatkan pertsetujuan anggota yang ada.

Seseorang yang akan masuk kedalam persekutuan dapat memasukkan modal dengan cara:

  1. Membeli sebagian atau seluruhnya dari bagian modal (penyertaan) seorang atau lebih anggota lama (tidak ada kekayaan baru yang diterima oleh persekutuan)
  2. Menanamkan kekayaan pada persekutuan,sehingga kekayaan persekutuan bertambah

Pembelian sebagian hak penyertaan dari anggota persekutuan

Transaksi pembayaran antara pihak pembeli kepada pihak penjual merupakan transaksi pribadi pemilik dan tidak perlu dicatat oleh perusahaan.Transaksi jual beli hak penyertaan dan pembagian laba (rugi) didalam perusahaan itu,dilihat dari segi persekutuan sebagai unit usaha yang terpisah merupakan pemindahan kekayaan pribadi masin-masing anggota.

  • Analisis Pembahasan Perseroan Terbatas

Karakteristik, pembentukan, hak pemegang saham, pertimbangan dalam penerbitan saham dan modal perusahaan.

  • Penerbitan Saham
    Saham merupakan tanda sebuah kepemilikan perusahaan atas penyetoran kekayaan atau uang oleh investor kepada perusahaan penerbitnya, jadi ketika seorang investor membeli atau memiliki saham perusahaan sebesar 30% maka investor tersebut berhak mengklaim atas kepemilikannya sebesar 30% atas perusahaan tersebut. Saham, dalam penerbitannyapun dapat dilakukan dengan berbagai cara penerbitan saham, sebagai berikut :
    Penerbitan Saham dengan nilai pari
    Sebagai contoh, Penerbitan saham 200 lembar saham biasa pada nilai pari Rp. 5 per lembar  pada harga Rp. 2000, untuk ayat jurnalnya adalah :
    Kas                                                    2.000
    Saham Biasa                                       1.000
    Agio saham Biasa                                1.000

    2. Penerbitan Saham tanpa nilai pari
    Sebagai contoh, Penerbitan saham 2.000 lembar saham biasa pada harga Rp. 10 per lembar saham. Ayat jurnalnya :

Kas                                                     20.000
Saham Biasa-tanpa nilai pari                   20.000

3.Penerbitan Saham yang dijual atas dasar pesanan
Selain dijual secara tunai, kadangkala penerbitan saham juga dapat dilakukan secara pesanan, biasanya ini dilakukan oleh perusahaan yang baru saja masuk dibursa pasar modal atau go public.
Sebagai contoh, PT ABC menawarkan saham pesanan ke para investor  untuk membeli 1.000 lembar saham dengan nilai pari 20 pada harga Rp. 50. sebanyak 100 investor tertarik untuk memesan dengan membayar uang muka 70% dan 30% sisanya pada akhir bulan keenam
Ayat jurnalnya

 Piutang Pesanan (1.000 x 50 x 100 )           5.000.

Saham Biasa yang dipesan ( 1.000 x 20 x 100 ) 2.000.000

Agio Saham Biasa ( 5.000.000 – 2.000.000) 3.000.000
( untuk mencatat penerimaan pesanan penerbitan saham )

Kas                              3.500.000

Piutang Pesanan                             3.500.000
(5.000.000×70%)
( untuk mencatat penerimaan angsuran pertama 70% )
pencatatan pada enam bulan kemudian          Kas                                          1.500.000
Piutang Pesanan                     1.500.000
( 5.000.000 x 30% )
( untuk mencatat penerimaan angsuran kedua 30% )

Saham Biasa yang dipesan         2.000.000
SahamBiasa                             2.000.000

4. Penerbitan Saham yang diterbitkan secara lumpsum
Penerbitan saham secara lumpsum adalah penerbitan saham yang pembayarannya dilakukan secara tunggal atau sekaligus atas dua atau lebih sekuritas yang diterbitkan.
Sebagai contoh, Penerbitan saham 500 lembar saham biasa, nilai pari 10, nilai pasar 20, dan 200 lembar saham preferen, nilai pari 40, nilai pasar 80. keduanya secara lumpsum sebesar Rp. 15.000.
Penyelesaiannya sebagai berikut menggunakan metode proporsional :

Saham biasa  500 x 20     = 10.000
Saham preferen 200 x 80 = 16.000
26.000

Alokasi ke saham biasa      (10.000/26.000) x 15.000 = 5.769
Alokasi ke saham preferen (16.000/26.000) x 15.000 = 9.231

Ayat jurnalnya
Kas                                                               15.000
Saham Biasa                                                   5.000
Agio Saham Biasa                                             769
Saham Preferen                                              8.000
Agio Saham Preferen                                       1.231

5.Penerbitan Saham yang diterbitkan dalam

transaksi nonkas
Sebagai contoh, Penerbitan saham sebanyak 1.000 lembar saham biasa, nilai pari 10 untuk sebuah bidang tanah dengan harga 15.000
Ayat jurnalnya :
Tanah                                                              15.000
Saham Biasa                                                   10.000
Agio Saham Biasa                                            5.000

Penerbitan saham dengan nilai nominal dan tanpa nilai nominal, serta penerbitan saham atas jasa atau aset nominal.

  • Penerbitan Saham Biasa dengan Nilai Nominal secara Tunai

Dicatat dengan : mendebet rekening Kas dan mengkredit nilai nominal (rekening Modal Saham) ke Saham Biasa.

Apabila jumlah kas yang diterima dari penjualan saham lebih besar dari nilai nominal maka agio saham atau tambahan modal Disetor (kredit).

Apabila jumlah kas diterima dari penjualan saham lebih kecil dari nilai nominal maka disagio saham (debet). Situasi ini bisa terjadi namun jarang. Penjualan saham biasa di bawah nilai nominal tidak diizinkan di beberapa bagaian karena pemegang saham akan membeli saham tersebut secara pribadi sebesar antara harga yang dibayarkan pada saat penerbitan partama kali dengan nilai nominalnya.

Contoh :

Diasumsikan bahwa Hydro-Slide, Inc, menerbitkan 1.000 saham dengan nilai nominal $1 perlembar secara tunai. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah:

           Kas                             $1.000

                Saham Biasa                           $1.000

                (Mencatat penerbitan 1.000 saham dengan nilai nominal $1)

Jika Hydro-Slide menerbitkan tambahan 1.000 saham secara tunai seharga $5 per lembar dengan nominal $1, maka jurnalnya adalah :

           Kas                             $5.000

                Saham Biasa                           $1.000

                Agio Saham (Nilai Nominal)                $4.000

           (Mencatat penerbitan tambahan 1.000 saham biasa)

Total modal disetor dari kedua transaksi ini adalah $6.000 dan modal dasar $2.000. Jika Hydro-Slide, Inc memiliki saldo laba sebesar $27.000, bagian ekuitas pemegang saham sebagai berikut :

HYDRO-SLIDE, INC

Neraca (sebagian)

Ekuitas pemegang saham

     Modal disetor

           Saham Biasa                      $  2.000

           Agio saham (nilai nominal)             $  4.000+

                Total modal disetor            $  6.000

     Saldo Laba                             $ 27.000+

Total ekuitas pemegang saham                   $ 33.000

  • Penerbitan Saham Biasa Tanpa Nilai Nominal secara Tunai.

Merupakan saham yang dikeluarkan perusahaan yang tidak mempunyai nilai tercetak dalam sertifikat saham. Alasan pengeluaran saham tanpa nilai nominal adalah :

  1. Untuk menghindari kemungkinan timbulnya utang bersyarat jika saham dikeluarkan dengan harga dibawah nilai nominal.
  2. Untuk menghindari kerancuan hubungan antara nilai nominal dengan nilai pasar saham

Akuntansi pengeluaran saham tanpa nilai nominal seperti halnya saham dengan nilai nominal.

Saat saham biasa tidak memiliki nilai nominal namun memiliki nilai yang ditetapkan, maka ayat jurnal yang dibuat sama seperti yang di ilustrasikan untuk saham dengan nilai nominal.

Nilai yang ditetapkan itu di kreditkan ke akun Saham Biasa. Begitu juga saat harga jual saham tanpa nilai nominal di atas nilai yang ditetapkan, maka selisihnya tersebut akan dikreditkan dan nominalnya itu di masukkan ke akun Tambahan Modal Disetor (Agio Saham).

Sejumlah negara bagian mewajibkan dewan direksi untuk menentukan nilai ditetapkan atau nilai dinyatakan bagi saham tanpa nilai nominal ( yang berfungsi seperti nilai nominal untuk tujuan laporan keuangan ).

Karena perusahaan memiliki kewajiban yang terbatas, para kreditor tidak dapat mengklaim aktiva pribadi pemegang saham. Namun, sejumlah undang-undang negara bagian meminta perusahaan menahan kontribusi para pemegang saham, minimal dalam jumlah tertentu, untuk melindungi para kreditor ( artinya, pembayaran dividen tidak boleh mengurangi modal perusahaan di bawah batas minimum tertentu ). Jumlah minimum ini sebagai legal capital. Besarnya legal capital bervariasi dari satu negara ke negara bagian yang lain, tetapi biasanya setara dengan nilai nominal atau nilai ditetapkan dari saham yang diterbitkan.

3.2.6 Pembelian dan pelepasan saham treasuri

Perusahaan membeli kembalai sahamnya salah satunya karena sebagai berikut :
1. Untuk memperkecil pajak
Para investor akan membayar pajak yang lebih kecil dengan menerima kas dalam pembelian kembali daripada saat para pemegang saham menerima dividen tunai.

2.Untuk meningkatkan laba per saham dan pengembalian atas ekuitas.

3. Mengurangi jumlah pemegang saham
Dengan mengurangi jumlah pemegang saham maka klaim kepemilikan atas perusahaan akan berkurang dan mengurangi pengaruh dari pihak-pihak luar perusahaan.

4.Membentuk pasar bagi saham
pembelian kembali saham dapat menstabilkan harga saham dibursa efek dan juga dapat pula menaikkan harga saham karena ketika jumlah saham yang beredar berkurang maka permintaan akan naik.
Selain perusahaan dapat membeli kembali sahamnya yang beredar, perusahaan juga dapat menjualnya kembali.

 3.2.7 Preverensi deviden dan preverensi likuidasi atas saham preferen.

Kebijakan deviden merupakan bagian yang tidak dapat dipisahan dengan keputusan pendanaan perusahaan. Secara definisi Kebijakan Deviden adalah kebijakan untuk menentukan berapa laba yang harus dibayarkan ( deviden ) kepada pemegang saham dan berapa banyak yang harus ditanam kembali ( laba ditahan ).Deviden adalah pendapatan bagi pemegang saham yang dibayarkan setiap akhir periode sesuai dengan persentasenya. Persentase dari laba yang akan dibagikan sebagai deviden kepada pemegang saham disebut sebagai Deviden Payout Ratio (DPR).

Contoh :

Kebijakan deviden merupakan bagian yang tidak dapat dipisahan dengan keputusan pendanaan perusahaan. Secara definisi Kebijakan Deviden adalah kebijakan untuk menentukan berapa laba yang harus dibayarkan ( deviden ) kepada pemegang saham dan berapa banyak yang harus ditanam kembali ( laba ditahan ).Deviden adalah pendapatan bagi pemegang saham yang dibayarkan setiap akhir periode sesuai dengan persentasenya. Persentase dari laba yang akan dibagikan sebagai deviden kepada pemegang saham disebut sebagai Deviden Payout Ratio (DPR).

3.2.8 Penyajian dan analisis nilai buku per saham

NILAI BUKU DAN NILAI-NILAI LAIN YANG BERHUBUNGAN

Untuk menghitung nilai buku suatu saham, beberapa nilai yang berhubungan dengannya perlu diketahui, nilai-nilai ini adalah nilai nominal (par value), agio saham (additional paid-in capital atau in excess of par value), nilai modal yang disetor (paid-in capital) dan laba yang ditahan (retained earnings).

  1. Nilai Nominal

Nilai nominal ( Par value) suatu saham adalah nilai kewajiban yang ditetapkan untuk tiap- tiap lembar saham. Nilai nominal adalah modal per lembar yang harus ditahan di perusahaan untuk proteksi kepada kreditor yang tidak dapat diambil oleh pemegang saham. Untuk saham yang tidak mempunyai nilai nominal, dewan direksi umumnya menetapkan sendiri ( stated value) per lembarnya. Jika tidak ada nilai yang ditetapkan maka yang dianggap sebagai modal adalah semua penerimaan bersih (proceed) yang diterima oleh emiten pada waktu mengeluarkan saham bersangkutan.

  1. Agio Saham

Merupakan selisih yang dibayar oleh pemegang saham kepada perusahaan dengan nilai nominal sahamnya. Misalnya, nilai nominal saham biasa per lembar adalah Rp 5.000,- dan ini dijual sebesar Rp 8.000,- per lembar. Maka agio saham per lembar sebesar Rp 3.000,-.

  1. Nilai Modal Disetor

Nilai modal disetor (paid in capital) merupakan total yang dibayar oleh pemegang saham kepada perusahaan emiten untuk ditukarkan dengan saham preferen atau dengan saham biasa. Nilai modal disetor merupakan penjumlahan total nilai nominal ditambah dengan agio saham.

  1. Laba Ditahan

Laba ditahan (retained earnings) merupakan laba yang tidak dibagikan kepada pemegang saham. Laba yang tidak dibagikan ini diinvestasikan kembali ke perusahaan sebagai sumber dana internal. Laba ditahan dalam penyajiannya di neraca menambah total laba disetor. Karena laba ditahan ini milik pemegang saham yang berupa keuntungan tidak dibagikan, maka nilai ini juga akan menambah ekuitas pemilik saham di neraca.

  1. Nilai Buku

Nilai buku (book value) per lembar saham menunjukkan aktiva bersih (net assets) yang dimiliki oleh pemegang saham dengan memiliki satu lembar saham. Karena aktiva bersih adalah sama dengan total ekuitas pemegang saham, maka nilai buku per lembar saham adalah total ekuitas dibagai dengan jumlah saham yang beredar.

Perhitungan nilai buku per lembar saham untuk dua macam kelas saham adalah sebagai berikut:

  1. Hitung nilai ekuitas saham preferen

Nilai ekuitas dihitung dengan mengalikan nilai tebus (call price) ditambah dengan deviden yang di arrears dengan lembar saham preferen yang beredar.

  1. Hitung nilai ekuitas saham biasa

Nilai ekuitas saham biasa dihitung dengan mengurangi nilai total ekuitas dengan nilai ekuitas saham preferen.

  1. Nilai buku saham biasa dihitung dengan membagi nilai ekuitas saham biasa dengan jumlah lembar saham biasa beredar.

NILAI PASAR

            Nilai pasar (market value) adalah harga saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar.Nilai pasar ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham bersangkutan di pasar bursa.

NILAI INTRINSIK

Nilai intrinsik (intrinsic value) atau nilai fundamental (fundamental value) yaitu nilai seharusnya atau sebenarnya dari harga saham yang diperdagangkan.Terdapat dua analisis untuk menentukan nilai sebenarnya dari saham.Yaitu analisis sekuritas fundamental (fundamental security analysis) atau analisis perusahaan (company analysis) dan analisis teknis (technical analysis).Analisis fundamental menggunakan data fundamental, yaitu data yang berasal dari keuangan perusahaan (laba, deviden yang dibayar, penjualan) biasanya sering dilakukan oleh akademisi.Analisis teknis menggunakan data pasar dari saham (harga dan volume transaksi saham) sering dilakukan oleh praktisi dalam menentukan harga.

BAB IV

PENUTUP

 KESIMPULAN

Persekutuan menggunakan berbagai metode distribusi laba atau rugi dan akuntan harusmemastikan bahwa perjanjian persekutuan diikuti dengan baik.Sebagian besar persekutuan tetapmelangsungkan kegiatan usahanya ketika ada sesuatu yang berhenti (keluar dari persekutuan) denganmembeli kepemilikan sekutu yang keluar pada harga pembelian yang didasarkan pada nilai persekutuanketika persekutuan mengakhiri bisnisnya.Beberapa metode akuntansi digunakan untuk mencatatperubahan anggota persekutuan. Beberapa persekutuan menggunakan pendekatan revaluasi aset neto,kadang termasuk mengakuigoowill.Pendekatan akuntansi lainnya yang digunakan untuk mencatatperubahan keanggotaan adalah bonus, yaitu berupa reklasifikasi modal sekutu. Persekutuan menyajikanempat laporan keuangan, yaitu : laporan laba rugi, nerac, laporan arus kas, dan laporan modal sekutu yangmenyajikan perubahan modal sekutu selama periode tertentu.

Berbagai masalah akuntansi timbul didalam perusahaan yang dibentuk persekutuan. Perlakuan dan presedur akuntasi yang spesifik dan tidak bisa dijumpai pada perusahaan yang dibentuk perseroan terbatas, merupakan problema tersendiri sesuai dengan karakteristik persekutuan di dalam perseroan terbatas dimana terdapat pemisahaan yang tegas antara pemilik dengan menejemen, dipakai sebagai dasar landasan untuk meletakkan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim.Didalam persekutuan pemisahan antara pemilik dengan manajemen demikian itu hampir tidak ada, namun demikian penyelanggaran akutansinya harus berpedoman pada ketentuan-ketentuan yang diatur oleh prinsip-prinsip akuntansi yang lazim.

Dari segi akuntansinya persekutuan sebagai unit usaha harus dianggap mempunyai kedududkan terpisah dengan pemilik-pemiliknya.

SARAN

Adapun saran yang ingin penulis sampaikan adalah keinginan  penulis atas partisipasi para pembaca, agar sekiranya mau memberikan kritik dan saran yang sehat dan bersifat membangun demi kemajuan penulisan makalah ini. Kami sadar bahwa penulis adalah manusia biasa yang pastinya memiliki kesalahan. Oleh karena itu, dengan adanya kritik dan saran dari pembaca,  penulis bisa mengkoreksi diri dan menjadikan makalah ke depan menjadi makalah yang lebih baik lagi dan dapat memberikan manfaat yang lebih bagi kita semua.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.definisi-pengertian.com/2015/05/struktur-organisasi-perseroan-terbatas-pt.html. Diakses pada tanggal 06 Maret 2018

http://www.pengertianku.net/2015/12/pengertian-pt-atau-perseroan-terbatas-dan-ciri-cirinya.html. Diakses pada tanggal 06 Maret 2018

http://www.komiteaudit.or.id/berita-kegiatan-dan-artikel/tanggung-jawab-hukum-dan-hak

pemegang-saham-dalam-perseroan-terbatas-pt/. Diakses pada tanggal 06 Maret 2018

http://restu-melina.blogspot.co.id/2014/01/pertimbangan-penerbitan-saham-danmodal.html. Diakses pada tanggal 06 Maret 2018

http://restu-melina.blogspot.co.id/2014/01/akuntansi-untuk-penerbitan-saham-biasa.html. Diakses pada tanggal 06 Maret 2018

http://restu-melina.blogspot.co.id/2014/01/penerbitan-saham-biasa-untuk-jasa-atau.html. Diakses pada tanggal 06 Maret 2018

http://rezwan-rizki.blogspot.co.id/2013/05/ekuitas.html. Diakses pada tanggal 06 Maret 2018

http://cafe-ekonomi.blogspot.co.id/2009/06/makalah-tentang-saham-treasury-treasury.html. Diakses pada tanggal 06 Maret 2018

https://manajemenkeuangan.net/bagaimana-cara-menghitung-nilai-buku-per-lembar-saham-book-value-per-share/. Diakses pada tanggal 06 Maret 2018

http://awaludinramdan1.blogspot.co.id/2011/10/makalah-akuntasi.html. Diakses pada tanggal 07 Maret 2018

http://www.seputarilmu.com/2015/12/12-pengertian-akuntansi-menurut-para.html. Diakses pada tanggal 07 Maret 2018

http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-pt-dan-cv-menurut-6-para-ahli/. Diakses pada tanggal 07 Maret 2018

https://id.wikipedia.org/wiki/Saham_preferen. Diakses pada tanggal 07 Maret 2018

https://www.sahamok.com/saham-preferen-preferred-stock/. Diakses pada tanggal 07 Maret 2018

https://www.google.co.id/search?q=wikipedia&oq=WIKI&aqs=chrome.1.69i57j0l2j69i60j0l2.4636j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8. Diakses pada tanggal  07 Maret 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s